Pada suatu desa hiduplah seorang pemuda yang bernama Maling udang.
suatu ketika ia berjalan – jalan untuk mencari udara segar. Dengan bermodalkan sarung dan kaus kutang alias singlet si MaUd(maling udang) berjalan menuju sungai yang lebih mirip parit daripada sungai. Awalnya MaUd berniat untuk membuang hajat, tapi niatnya itu berubah ketika mendengar ada suara2 wanita yang sedang mandi di sungai di dekat rumah Pak Aji.

Dengan rasa penasaran si maud langsung menuju sumber suara. Alamakjang! Ternyata ada banyak cewek cantik yang sedang mandi. Melihat wanita2 itu mandi si maud jadi gak tahan, rasanya ingin ke pasar beli sayur.

‘wah! ada selendang… lumayan bisa buat di jual ke uwak’ pikiran kurang kreatif maud muncul.
Namun niat ga jelas maud di ketahui oleh para wanita2 yang sedang mandi.
‘Lho…. kamu siapa?’ tanya salah satu wanita.
‘saya maling udang’
‘kok bukan jaka tarub yang ngambil selendang?’

Tiba2 muncul lagi pria dari balik pohon. Yang ini agak berbeda dengan si maud. Pakaiannya lebih lengkap,hanya saja celananya sedikit melorot. Kita tidak tau apa yang baru dilakukannya. Dialah jaka tarub.

‘hai maling udang! berani sekali kau mengambil jatahku… aku ini bapakmu. Ku kutuk kau menjadi batu ginjal!!!’

Tanpa banyak sambel(kalo kebanyakan ntar pedas) si maud berubah menjadi batu ginjal. Semenjak itu tidak pernah lagi terdengar kehidupan mereka.
Apalagi Pak Aji yang yang perannya tidak jelas di cerita ini.

Tentang kenniko

aku hanya orang biasa dengan kemampuan biasa
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>